Selasa, 27 September 2011

apa salahnya ngisi blog dengan materi kuliah...^^

ANALISIS ZOPP (ZIEL ORENTIERTE PROJECT PLANNUNG) DALAM PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI PERTANIAN PADA KOMODITAS BAWANG MERAH DI KECAMATAN SAPE

ANALISIS ZOPP (ZIEL ORENTIERTE PROJECT PLANNUNG) DALAM PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI PERTANIAN PADA KOMODITAS BAWANG MERAH DI KECAMATAN SAPE

I. KONSEP DASAR
Salah satu komoditas unggulan Kecamatan Sape Kabupaten Bima adalah di sector pertanian terutama pada komoditas Bawang Merah. Produksi pada sektor ini meningkat pada tiap tahunnya dengan produktivitas yang tinggi. Basis utama program yang dijalankan dalam rangka peningkatan produktivitasnya adalah pada penggunaan berbagai macam pestisida yang beraneka ragam dan pola pengairan yang teratur. Setelah produktivitas dan peningkatan pendapatan penduduk yang tinggi pada beberapa tahun tersebut, maka pada kurun waktu berselang berbagai macam persoalan dan masalah muncul pada produktivitas pertanian komoditas Bawang Merah dan pola pengairannya. Produktivitas yang tinggi mendadak menurun dan kualitas/ pola pengairan yang semakin menurun. Hal tersebut menyebabkan kualitas hasil komoditas yang diunggulkan ini menjadi berkurang prodiktivitasnya dan mengalami stagnasi penurunan kualitas pada beberapa tahun terakhir ini. Sehingga banyak warga masyarakat kesulitan untuk menghadapi permasalahan ini. Adapun indicator yang masyarakat inginkan adalah meminta partisipasi pemerintah dalam rangka mengatasi masalah ini/ kerjasama antar stakkholders. Solusi yang diberikan pemerintah Kecamatan yang didasarkan pada intruksi dari pemerinta daerah kabupaten adalah dengan melibatkan masyarakat untuk turut berperan dalam proses mencari solusi dangan menggunakan metode ZOPP (metode perencanaan yang berorientasi pada tujuan peningkatan kualitas pertanian komoditas bawang merah, khususnya didaerah perdesaan. Pemikiran dasar yang menjadi penekanan yang dilakukan dalam metode ZOPP (Ziel Orentierte Project Plannung) ini adalah melalui tujuan yang bermanfaat yang dapat di rumuskan apabila sebab-sebab dan akibat-akibat dari masalah-masalah yang akan di tanggulangi telah di analisis secara mendalam, yang digambarkan dalam suatu analisis permasalahan, dalam pengertian, bukanlah hipotesis yang berdasarkan pemikiran teoritis, tetapi masalah-masalah yang benar-benar yang di alami masyarakat perdesaan, terutama dalam sektor pertanian. Metode ini juga dimaksudkan agar semua pihak yang terkait berperan aktif dalam proyek berperan serta secara intensif sejak tahap awal proyek atau perencanaan, agar dapat dihasilkan suatu matriks perencanaan proyek yang menggambarkan struktur dasar proyek secara menyeluruh. Analisis ZOPP untuk peningkatan kualitas produktivitas pertanian komoditas bawang merah di perdesaan ini, akan menggunakan tiga analisis, antara lain: analisis struktur masalah dengan mengdentifikasi permasalahan dan juga memperhatikan juga analisis peran yang kemudian dirumuskan dalam tujuan-tujuan proyek yang logis dalam bentuk analisis tujuan, dari analisis tujuan umumnya ditemukan beberapa pilihan pendekatan proyek yang bisa di tempuh. Penentuan pendekatan proyek haruslah didasarkan pada pilihan-pilihan tersebut dengan memilih pendekatan yang paling sesuai dipandang dari berbagai sudut kepentingan proyek; antara lain pendanaan, personil, budaya dan lain-lain. Pendekatan proyek yang dipilih mungkin merupakan satu atau gabungan beberapa pilihan yang ada, selanjutnya adalah tentang gambaran struktur dasar proyek secara menyeluruh yang mungkin disusun apabila telah ditentukan pendekatan proyek yang disepakati bersama oleh pihak-pihak yang terkait dengan proyek. Tujuan-tujuan proyek yang dituangkan dalam gambaran struktur dasar proyek secara menyeluruh tersebut haruslah diturunkan dan di susun dari analisis tujuan; sehingga strategi proyek berwujud strategi yang berkesinambungan, terarah dan realistis yang disebut dengan matriks perencanaan proyek. Hal inilah yang menjadi dasar dari terbentuknya suatu permasalahan yang berdasarkan pada analisis tujuan yang komprehensif dari berbagai sudut pandang pelaksanaan proyek. Dengan matrik standar yang digunakan maka akan didapat beberapa tahap strategi yang diharapkan mampu menunjang terhadap keberadaan sasaran proyek, yakni sekumpulan tujuan yang ingin dicapai dan dapat disumbangkan oleh proyek tersebut dalamrangka terciptanya sasaran dan tujuan akhir. Dengan tercapainya maksud dari proyektersebut maka pada hasil akhir yang diharapkan adalah analisis alternatife yang akan disusun dengan melalui beberapa tahapan sebagai berikut, yang pertama adalah mempelajari kembali hubungan tindakan-hasil pada analisis tujuan, kemudian merumuskan beberapa hal pilihan strategi proyek yang mungkin di tempuh. Menilai setiap strategi proyek dengan menggunakan beberapa kriteria kebutuhan sarana (anggaran, personil, dan lain-lain), dalam jangka waktu pelaksanaan proyek yang tersedia, peluang berhasilnya pencapaian proyek tujuan, prioritas kebijakan pemerintah, kegiatan-kegiatan pihak lain (untuk menghindari kemungkinan tumpang tindih), kemungkinan kesinambungan kegiatan dan dampak proyek setelah proyek berakhir, dampak proyek terhadap lingkungan, dan perbandingan keutungan dan biaya.

II. ANALISIS MASALAH
Analisis permasalan merupakan suatu teknik untuk meneliti suatu masalah yang terkait dengan masalah inti dan menggambarkan hubungan sebab akibat dari serangkaian permasalah tersebut.


Analisis masalah dalam rangka menentukan kegiatan utama yang dapat dilakukan adalah bagaimana merespons berbagai masalah yang terjadi pada masyarakat dengan melakukan analisis permasalahan dengan melibatkan beberapa stakeholders dengan metode focuss group discussion/ FGD oleh peneliti atau orang yang bertugas sebagai fasilitator guna mencari solusi yang terbaik dan mendapatkan masalah utama yang didasarkan pada hasil partisipasi warga masyarakat. Pihak-pihak yang terkait dengan masalah yang dibahas terlibat dalam perumusan masalah ini, pihak-pihak yang terkait memperoleh manfaat dari pemecahan masalah yang dibahas dan pihak-pihak yang bertanggungjawab untuk mengambil tindakan. Analisis struktur masalah memiliki beberapa manfaat, antara lain: digunakan untuk menentukan kegiatan utama yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah yang ada, untuk melihat alternatif pemecahan berdasarkan masalah yang ada, serta untuk melihat hubungan antara tindakan yang akan dilakukan dengan hasil yang mungkin dicapai. Dalam merumuskan masalah inti ini dirumuskan dalam suatu rumusan yang singkat dan jelas serta masalah-masalah lain dan kondisi-kondisi negatif yang menyebabkan masalah inti, dan kemudiasn merumuskan serta meletakkan secara bertingkat di bawah masalah inti.
Selanjutnya berdasarkan hasil didapat dari proses perumusan masalah akan didapatkan suatu kesimpulan yang dapat mendasari terhadap hasil deskripsi singkat tentang penekanan yang menjadi permasalahan terhadap tingkat produktivitas peningkatan pendapatan dan penurunan tingkat perolehan penghasilan yang didapat oleh petani Bawang merah, seperti yang dideskripsikan diatas akan dapat ditarik kesimpulan bahwa masalah utama yang menyebabkan menurunya pendapatan petani pada akhir-akhir ini adalah proses perubahan pada kondisi air tanah dan penggunaan pestisida yang berlebihan, pola pengairan yang dilakukan tidak sebanding dengan kualitas ekologi disekitar, karena determinasi manusia terhadap alam sekitar makin tinggi, dan menyebabkan keberadaan air tanah menurun dan ikut berdampak pada komoditas tanaman ini. Selain itu penggunaan pestisida yang berlebihan, kualitas benih/ bibit yang digunakan masyarakat sangat kurang dan hanya memanfaatkan benih yang sudah ada dari hasil panen yang kemarin. Sedangkan faktor lain yang tidak di sebutkan diatas adalah ada pada kondisi cuaca yang tidak mendukung terhadap produktivitas tanaman bawang merah ini. Masalah produksi bawang menurun inilah yang menjadi kendala dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarkat di Kecamatan Sape. Selain itu pendanaan yang dilakukan sangat terdesak oleh perubahan status komoditas yang dipakai yaitu adanya pemakaian unsur kualitas impor terhadap saingan terhadap kualitas lokal dan banyak masyarakat mengeluhkan terhadap permasalahan ini, sehingga peran masyarakat dan pemerintah sangat bermanfaat dalam rangkam mewujudakan kebijakan yang komprehensif dan terpadu.

III. ANALISIS TUJUAN
Analisis merupakan teknik dalam rangka penempatan tujuan-tujuan yang didapat dari dan ingin dicapai dalam rangka pemecahan masalah-masalah yang dihadapi dalam analisis masalah yang terdapat di atas. Kondisi yang akan dilihat pada analisis tujuan adalah suatu tindakan dan hasil yang akan dicapai dalam rangka peningkatan pendapatan petani dan penggunaan secara efisien apa yang akan pergunakan dalam peningkatan produktivitas pertanian terutama pada komoditas bawang merah ini. Adapun pohon tujuannya adalah sebagai berikut:


Berdasarkan hasil pohon tujuan tersebut dapat diketahui tujuan utama, tindakan yang akan dilakukan serta hasil yang akan dicapai dalam rangka penyelesaian masalah yang sedang di hadapi oleh para petani, tindakan yang representative ini merupakan tindakan yang dapat diwujudkan dalam penyelesaian masalah yang sedang di hadapi ini, nantinya diharapakan implementasinya pada pelakasanaan proyek yang akan direncanakan dan bahkan dilakukanb oleh masyarakat semuanya. Penekanan yang diharapakan pada pohon tujuan ini adalah dengan Meningkatkan Kualitas produksi tanaman bawang merah dan pola pengairan yang akan dilakukan, dengan ini harapan untuk kembali menjadikan komoditas bawang merahi ini menjadi unggulan pada tahun-tahun sebelumnya dapat terwujud, dan dengan mengefisienkan penggunaan bahan kimia dan pengeboran air yang kurang mendukung terhadap kondisi alam yang ada disekitarnya.

IV. ANALISIS ALTERNATIF
Analisis ini merupakan analisis yang digunakan untuk mempelajari kembali hubungan tindakan-tindakan hasil dari analisis tujuam dan kemudian merumuskan kembali dalam beberapa pilihan strategi proyek yang mungkin akan di tempuh.dalam analisis ini dapat dikaji dengan pendekatan penyelesaian dan alasan sebagai solusi untuk memberikan gambaran tentang proses pencapaian dan penyelesaian masalah yang dapat menjadi bahan untuk dijadikan proyek pelaksanaan yang terwujud dalam masyarakat. Adapun pembahasan dalam alternatif ini adalah sebagai berikut:
 Pendekatan Penyelesaian dan Alasan
Implementasi dalam menjawab permasalahan yang sudah dkemukakan merupakan strategi pembangunanyang komprehensive dan terpadu dalam rangka penyelesaian maslah pembangunan yang terjadi dalam masyarakat, masyarakat perdesaan menginginkan perubahan terhadap kondisi yang menimpa terhadap tingkat produktivitas dari hasi pertanian yang didapatkan, metode ZOPP ini mengungkapkan permaslahan yang ditimbulkan dalam masyarakat dengan mengajak masyarkat berpartisipasi aktif dalam mengungkapkan permasalahan yang didapat dari kondisi tersebut, sehingga sebuah alternaitf penyelesaiain dapat diminimalisir, dalam permaslahan penurunan pendapatan dan produktivitas komoditas tanaman bawang dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa perencanaan proyek yang dapat dilakukan adalah dengan membangun sarana irigasi yang baik dan melaksanakan diversifikasi pertanian dan meningkatkan komersialisasi terhadap produktivitas yang didapat, agar dapat mencari solusi ketika maslah bibit dapat di minimalisir dan di akomodir. Dengan melihat kondisi perubahan orientasi pada sistem pertaniannya yang mana perubahan yang pertama yang perlu di antisipasi adalah saluran irigasi dan meminimalkan penggunaan bahan pestisida yang berlebihan pada tanah maupun pada tanaman itu sendiri. Saluran irigasai yang penting adalah dengan membangun induk penampungan air/ DAM yang terdapat di daerah hulu. Misalnya membangun kawasan ini di Desa Jia Kecamatan Sape. Desa ini merupakan Desa yang ada di lembah gunung yang ada di Kecamatan Sape dan berbatasan dengan Kecamatan lainnya. Pendekatan ini menurut analisnya dapat memberikan suatu alternatif solusi yang dapat meminimalsir terhadap penggunaan air. Maslaha yng perlu di laksanakan yang kedua adalah dengan melakukan perubahan pada penggunaan bahan kima/pestisida yang berlebihan yaitu dengan menggunakan pupuk organik yang dibuat sendiri oleh masyarakat, adapun rencana yang dapat dilakukan adalah dengan melihat proses yang dilakukan didaerah-daerah yang sudah memanfaatkan strategi ini. Sementara dalam peningkatan varietas yang unggul dapat dilakukan suatu pendekatan terhadap produk unggulan pada setiap penjualan produk dengan mendatangkan produk di tempat yang lain yang produktif. Selain itu diperlukan pendekatan kelembagaan kelompok tani, agar dapat di pantau permasalahan yang mungkin timbul ketika permasalahan yang terjadi terhadap salah satu petani. Hal ini menjadi penting karena organisasi tani dapat mendukung terhadap peningkatan produktivitas dan pengelolaan secara bergantian ketika masa panen berakhir dan diperlukan suatu bentuk bangunan untuk musyawarah warga dan dapat dijadikan sebagai tempat untuk sosialisasi dan penyuluhan dari dinas terkait. Selanjutnya akan dibuat suatu alternatif pendekatan produksi dengan realisasi proyek yang akan dilaksanakan, agar pembangunan masyarakat dapat dilakukan dan nantinya tingkat kesejahteraan masyarakat dapat menignkat sebagai hasil dari proses pembangunan itu sendiri

DAFTAR PUSTAKA
Nugroho, Prabowo Adi. 1999. Ziel Orientierte Projekt Planung (ZOPP) perencanaan proyek berorientasi tujuan. Diklat ZOOP Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar